This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 07 April 2014

Sejenak Mengikuti Sang Inspirator - Part 4

Sumber : Facebook Imam Robandi

PROBOLINGGO [EPISODE 2]
Invited Speaker yang diundang oleh Ustadz Ajuslan Kerubun untuk Seminar Akbar Probolinggo, 31 March 2014, adalah Ustadz Ahmad Said Matondang dari SD Muhammadiyah 5 Jakarta. Ahmad Said disamping dia datang sebagai pembicara undangan, dia adalah juga seorang pembaca Tilawah Qur’an International, yang suaranya sangat merdu. Islamic Center Probolinggo di hari itu digetarkan oleh suaranya dalam membaca Surah At Takwir dengan lagu Ros. Audiens sangat menikmati lantunan ayat-ayat Suci Al Qur’an dari suara ustadz Said. Invited Speaker yang lain adalah Ustadz Turrachman, Principal MUSAWERNA Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Dia sangat piawai dan memotivasi para audiens dengan materi “Oleh-oleh dari Jepang”. Gayanya yang inovatif dan rileks telah membuat peserta seminar “manggut-manggut”. Ustadz Said Matondang dan Ustadz Turrachman di hari itu benar-benar menjadi bintang karena presentasinya yang sangat inovatif mewarnai. Betul-betul telah lahir kader muda untuk bangsa.




Gambattene sense..
Bersambung..

Sekian semoga bermanfaat dan senantiasa istiqomah yaa..
ja ne ^_^

Sejenak Mengikuti Sang Inspirator - Part 3

Sumber : Facebook Imam Robandi 

PROBOLINGGO [EPISODE 1]
Acara di Islamic Center, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, 31 March 2014 adalah sangat bersejarah. Judulnya sangat bagus “Sekolah Modern, Sekolah Indonesia”. Yang sangat “amazing” adalah bahwa seminar akbar itu dikomandani oleh Ustadz Ajuslan Kerubun, anak Ambon, yang etosnya tanpa batas. Dia adalah Principal SD Muhammadiyah Kreatif Probolinggo di Kraksaan. Ilmu nekadnya hampir mirip dengan Ustadz Daryono Principal Musabangga Jawa Tengah. Pendek kata Ajuslan Kerubun adalah tokoh sentral dibalik kesuksesan Seminar Akbar di hari senin itu. Memang ini adalah ciri khas pekerjaan anak-anak muda, sedikit acak-acakan, tetapi sukses. Menjemput saya di rumah pukul 02,00 pagi hari, mau dimampirkan di Rawon Nguling, tetapi masih belum buka. Tamu event itu yang sangat banyak telah membuat Ustadz Ajuslan dapat tersenyum lebar di akhir acara. Betul-betul sukses. Sebuah acara yang telah menjadi sejarah, dan telah mengangkat seorang Ajuslan Kerubun yang asli Pulau Seram dan juga teamnya yang sangat solid menjadi para petarung dan pejuang sejati. Itu adalah sebuah langkah stratejik yang mengandung seribu makna. Terompet musik "Gulipang" dari Kecamatan Pendil telah menjadi penggugah semangat para peserta seminar. Sukses Brother Ajuslan, you are a pioneer.





Gambattene sense...
Bersambung....

sekian semoga bermanfaat dan senantiasa istiqomah yaa..
Ja ne ^_^

Sejenak Mengikuti Sang Inspirator - Part 2

Sumber : Facebook Imam Robandi

MAYANGKARA BELA BANGSA
#################################

Hampir semua tamu yang datang mengatakan “imposible” kepada Musabangga yang telah sukses menyelenggarakan pentas Wayang Kulit dengan cerita Mayangkara Bela Bangsa. Bayangkan saja, pagelaran yang sangat besar hanya dikomandani anak-anak muda Ustadz Daryono, Ust Muakhor, dan kawan-kawan,yang agak semi bonex. Tamu berdatangan dari Wonosobo, Tegal, Banjarnegara, Yogyakarta, Banyumas, dan juga dari Kabupaten Tegal. Perpaduan musisi pengiring dari Purbalingga Selection dan dari Kabupaten Nganjuk terlihat sangat kompak. Musabangga telah menjadi pelaku sejarah, “wayangan dan penancapan tiang pancang The International Building Musabangga”. Semoga sejarah-sejarah berikutnya akan selalu terukir. MUSABANGGA adalah SD Muhammadiyah 1 Purbalingga Jawa Tengah yang telah menjadi salah satu pusat pertumbuhan sekolah Indonesia. Itu adalah sebagian karya dari anak-anak muda kreatif yang tidak mengenal lelah.





Gambattene sense..
Bersambung...

Sekian semoga bermanfaat dan senantiasa istiqomah yaa...
ja ne ^_^..

Sejenak Mengikuti Sang Inspirator - Part 1

Facebook Imam Robandi

Kali ini saya tertarik untuk mengangkat tema tentang seorang prof.imam robandi di blog saya dan mungkin akan saya buat part-part, biodata singkat beliau :
Lahir di gombong, 17 agustus 1963
S1 Teknik Elektro ITS 1989 (judul skripsi : studi tentang starting motor drive dalam kondisi tidak normal) S2 Teknik Elektro ITB 1994 (judul tesis : studi perbaikan kinerja dinamik sistem tenaga listrik multimesin menggunakan umpan balik optimal)
S3 di Tottori university, jepang 2002 (judul disertasi : stability analysis of multimachine power system using linear quadratic regulator with fuzzy logic and generic algorithm)

Beberapa buku karangan beliau diantaranya :





Bersambung.......

Sekian semoga bermanfaat dan senantiasa istiqomah yaa...
ja ne ^_^


Minggu, 06 April 2014

Prof. Imam Robandi, Si Dalang Pejuang ITS Muda

Imam Robandi akan selalu disebut-sebut sebagai sosok yang getol menyelami dunia seni. Meski Imam berdiri di tengah kampus dan jurusan yang tersohor dengan teknologi, ia mampu menunjukkan seni sebagai suatu bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Jiwa seni yang sudah mengikuti aliran darahnya diperoleh dari sang ayah. Bahkan, sang ayah yang tidak pernah meninggalkan aktivitas menyanyi setiap harinya pun turut andil dalam kemahiran Imam melatih suara hingga semerdu sekarang. “Kalau ayah nyanyi, ya pasti tertangkap telinga saya jadi sekalian belajar,” ujarnya. Tak hanya itu, ayahnya juga selalu menekankan pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut memang terlihat jelas dari antusiasme Imam berbicara di depan publik.

Jika berbicara mengenai kemahirannya memainkan alat musik gamelan, maka sang ibulah yang berjasa. “Saya sering dibawa ke kondangan dan di sana selalu ada musik gamelan,” kenangnya. Pria kelahiran 17 Agustus 1963 ini pun berlatih dengan gigih termasuk memainkan wayang. Menakjubkan, saat masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD) saja ia sudah jago menjadi dalang kecil yang memiliki koleksi lengkap wayang kulit.

Sebagai salah satu pendiri sanggar Elektro Budojo, Imam tak pernah melupakan keahliannya ketika bertandang ke negeri sakura. Saat melanjutkan pendidikan doktornya di Universitas Tottori, ia tak membuang kesempatan mengenalkan budaya Indonesia di Jepang. Siapa sangka, ia membawa seluruh koleksi wayang dan gamelan yang dimilikinya. “Lima belas menit saja, saya dapat 50 ribu yen setara Rp 5 juta,” ucapnya kembali dengan tawa.

Selain berkiprah di dunia seni dan pendidikan, delegasi Asia untuk International Curriculum Conference ini juga seorang aktivis sosial dan penulis. Terbukti, bukan hanya jurnal yang ia terbitkan, buku berjudul The Ethos of Sakura baru saja berhasil diselesaikannya. Bahkan, ia pun menjadi aktivis dakwah di masjid Manarul Ilmi ITS.

Sedang, bila berbicara mengenai keahlian, ia termasuk pria dengan segudang talenta. Mulai dari catur, berenang, memasak, fotografi, sampai bela diri Shorinji Kempo dan Jiu Jitsu. “Saya suka Jiu Jitsu karena tidak butuh power besar,” ungkapnya. Pasalnya, Imam memang dibesarkan di lingkungan tentara pula. Karena banyak hal yang ia pelajari dari seni dan budaya, ia pun berkeinginan mengakrabkan seni dengan ITS lewat pencalonannya.

Jadikan ITS Yang Muda
Sebagai bacarek yang gigih berkutat di dunia seni, Imam ingin menyelaraskan seni dan teknologi di ITS. Sebagaimana yang ia ungkapkan dalam mottonya "ITS yang Berilmu dan Berbudaya" yang disingkat "ITS yang Muda". Menurut Imam, jika semua hal berangkat dari seni, maka semua hal pun bisa dicapai.

ITS memang tak bisa hanya mengandalkan teknologi dalam persaingan global. “Kita harus punya budaya,” terangnya. Ia menyebutkan, yang dimaksud budaya di sini tidak hanya sebatas kesenian tradisional ataupun modern, melainkan berbagai hal yang bisa menjadi sorotan budaya. Misalnya saja, lingkungan, paper, dan seni dalam arti yang sebenarnya.

Ia berharap dapat mempercepat pertumbuhan ITS di segala hal. Baginya, segala hal yang menjadi bagian dari ITS hendaknya dijadikan sebagai kebiasaan. “Kita kan perlu menjadikan international recognition academic sebagai atmosfer,” pungkasnya.

sumber : http://old.its.ac.id/berita.php?nomer=7242

Rabu, 02 April 2014

Penulisan Ilmiah (Pertemuan VII)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ..

Apa kabar wahai saudaraku, semoga selalu dalam naungan-Nya dalam nuansa keistiqomahan yang tiada henti, hingga 'peluit akhir' berbunyi tanda babak telah usai, semoga kita menjadi pemenang, pemenang yang tidak hanya mendatangkan syafaat untuk dirinya sendiri, tapi "memberi syafaat" untuk keluarga tercinta hingga 70 orang, itulah makna dari pemenang sejati dari "babak dunia ini". aamiin yaa Rabb...

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi kisah tentang perkuliahan penulisan ilmiah yang telah memasuki minggu ke-7. Hari ini senin 24 maret 2014, tepat pukul 07.00 perkuliahan seperti biasa akan segera dimulai. Namun tak lama kabar bahwa perkuliahan ditunda dan dimulai pada pukul 15.00. 

Pada pertemuan kali ini satu persatu mahasiswa memperlihatkan tugas yang diberikan oleh prof.imam, yakni membuat abstrak dari judul tesis yang telah dibuat. Satu persatu teman-teman memperlihatkan judul dan dinilai kelayakan dan kekurangannya oleh prof imam. Perkuliahan berlangsung hingga pukul 16.30. Ada yang berbeda dengan pertemuan perkuliahan hari ini, di mana kami membuat suatu acara makan dengan prof imam di rumah makan soto ayam lamongan.





Sekian untuk perkuliahan dan acara kami hari ini semoga bermanfaat dan senantiasa istiqomah yaa..
ja ne ^_^

Minggu, 23 Maret 2014

HIMA Elektro ITS Jappa-Jappa ri Mangkasara

Baru-baru ini himpunan mahasiswa elektro sedang merambah kota tercinta makassar dalam rangka rapat koordinasi nasional antar himpunan elektro dari universitas-universitas di indonesia. Dilaksanakan diberbagai tempat di makassar seperti di universitas hasanuddin, universitas negeri makassar, graha pena, dan benteng somba opu.

suasana di graha pena makassar


Suasana di benteng somba opu kabupaten gowa

Tempat penginapan mereka di rumah adat bugis, yang terletak di kabupaten Gowa, beberapa kilometer dari makassar.
Tempat penginapan rumah adat bugis di benteng somba opu

Suku bugis merupakan salah satu suku besar yang terdapat di sulawesi selatan selain makassar, mandar dan toraja. Sekedar info benteng somba opu memang dijadikan sebagai pusat dari rumah-rumah adat yang ada di Sulawesi Selatan dan merupakan salah satu obyek wisata favorit bila berkunjung ke makassar.

Tertarik ? jokka-jokka ki' ri makassar ^_^

Sekian semoga bermanfaat dan senantiasa istiqomah yaa..
ja ne ^_^